Info lengkap Tentang diare : Pengertian diare, jenis-jenis diare, kapan proses terjadinya diare, cara penyebaran diare, beberapa faktor yang meningkatkan risiko diare, kuman-kuman yang menyebabkan diare, cara mencegah diare.
Menurut “Alopati” diare didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana (a) terjadi perubahan dalam kepadatan dan karakter tinja dan/atau (b) tinja cair dikeluarkan tiga kali atau lebih perhari.
Apa saja jenis diare ?
Ada 3 jenis diare yang utama :
a. diare cair akut
diare cair akut memiliki 3 ciri utama yakni;
1. gejalanya dimulai secara tiba-tiba
2. tinjanya encer dan cair
3. pemulihan biasanya terjadi dalam waktu 3-7 hari. kadangkala gejalaanya bisa berlangsung sampai 14 hari. Lebih dari 75% orang yang terkena diare mengalami diare cair akut.
b. Disentri
Disentri memiliki 2 ciri utama yakni :
1. Adanya darah dalam tinja
2. Mungkin disertai kram perut, berkurangnya nafsu makan dan penurunan berat badan yang cepat. Sekitar 10-15% anak-anak dibawah usia lima tahun (balita) mengalami disentri.
c. diare yang menetap
diare yang menetap atau persisten memiliki 3 ciri utama yakni :
1. pengeluaran tinja encer disertai darah
2. gejala berlangsung lebih dari 14 hari dan
3. ada penurunan berat badan
kapan diare lebih biasa terjadi ?
diare lebih kerap terjadi pada beberapa musim. Variasi musiman berbeda dari satu daerah ke daerah lainnya. Misalnya, pada iklim sedang, diare akibat bakteri lebih umum terjadi pada musim yang hangat, sedangkan diare akibat infeksi virus lebih lazim terjadi pada musim dingin. Pada daerah tropis, diare akibat infeksi virus cenderung terjadi sepanjang tahun, tetapi lebih umum selama musim yang kering dan sejuk . diare karena infeksi bakteri lebih umum terjadi pada musim hujan yang hangat di daerah tropis.
Bagaimana diare menyebar ?
Kuman yang menyebabkan diare biasanya menyebar melalui rute faecal-oral. Ini artinya dari tinja seseorang yang terinfeksi kuman ke mulut orang yang tidak terinfeksi. Transmisi melalui rute ini mencakup :
• konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, termasuk air
• kontak langsung dari satu orang ke orang lainnya
• kontak langsung dengan tinja yang terinfeksi
diare dapat menyebar melalui praktik-praktik yang tidak higienis, seperti menyiapkan makanan dengan tangan yang belum dicuci setelah buang air atau membersihkan tinja seorang anak, atau membiarkan seorang anak bermain di daerah di mana ada tinja yang terkontaminasi.
Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko diare
faktor lingkungan :
• pasokan air yang tidak memadai
• air terkontaminasi tinja
• fasilitas kebersihan kurang
• kebersihan pribadi buruk. Misalnya tidak mencuci tangan setelah buang air dan setelah menangani tinja ketika menghidangkan makanan
• kebersihan rumah buruk. Misalnya tidak membuang tinja anak di WC
• metode penyiapan dan penyimpanan makanan tidak higienis. Misalnya makanan dimasak tanpa dicuci terlebih dahulu atau tidak menutup makanan yang telah dimasak. Makanan yang disimpan pada suhu ruangan lebih mudah terkontaminasi. Juga, bakteri dapat tumbuh dengan cepat pada makanan yang disimpan di suhu ruangan selama beberapa jam.
Praktik penyapihan yang buruk :
• Pemberian susu eksklusif dihentikan sebelum bayi berusia 4-6 bulan dan memulai pemberian susu melalui botol.
• Berhenti menyusui sebelum anak berusia setahun. Risiko beberapa jenis diare berkurang pada bayi-bayi yang disusui setidaknya sampai usia setahun.
Faktor individu :
• Kurang gizi. Frekuensi, durasi, dan keparahan diare lebih tinggi pada anak-anak yang kurang gizi. Mereka juga lebih berisiko untuk mengalami komplikasi diare.
• Buruk atau kurangnya mekanisme pertahanan alami tubuh. Misalnya, diare lebih lazim terjadi pada anak-anak, baik yang mengidap campak atau yang mengalami campak sampai sebulan sebelumnya atau sedang menjalani pengobatan yang mengurangi mekanisme pertahanan alami tubuh.
• Produksi asam lambung berkurang
• Gerakan pada usus berkurang, yang memengaruhi aliran makanan yang normal.
Kuman-kuman apa yang dapat menyebabkan diare ??
Diare dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit. Parasit adalah makhluk hidup yang hidup dari atau di dalam makhluk hidup lainnya. Mereka mendapatkan nutrisi dan keuntungan lainnya dengan memberikan dampak buruk pada makhluk hidup yang menjadi inang mereka. Beberapa jenis cacing dapat hidup sebagai parasit di dalam usus kita dan menyebabkan gejala-gejala seperti diare.
Virus yang biasanya menyebabkan diare meliputi :
• Rotavirus : ini adalah penyebab utama dalam usia dua tahun pertama. Ini adalah penyebab paling penting dari diare parah yang mengancam nyawa pada anak-anak kecil.
• Virus Norwalk : virus ini menyebabkan muntah-muntah dan diare pada anak-anak yang lebih besar.
Bakteri yang biasanya menyebabkan diare meliputi :
• E. coli : ini adalah penyebab penting dari diare cair akut pada orang dewasa dan anak-anak. Bakteri ini biasanya menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi.
• Vibrio cholerae : bakteri ini menyebabkan kolera. Diarenya bisa parah, meyebabkan kekurangan cairan atau dehidrasi dalam waktu beberapa jam, jika cairan dan garam-garam yang hilang tidak segera diganti.
• Campylobacter jejuni : bakteri ini biasanya menyebabkan diare pada bayi. C. jejuni juga menginfeksi hewan, terutama ayam dan anjing. Bakteri ini tersebar melalui kontak dengan tinja yang terinfeksi atau konsumsi makanan, susu, atau air yang terkontaminasi. Sekitar dua pertiga bayi yang terinfeksi C.jejuni mengalami diare cair sedangkan yang lainnya mengalami disentri.
• Shigella : ini adalah penyebab diare yang paling umum. Bakteri ini juga menyebabkan diare cair. Shigella lazimnya menyebar melalui transmisi dari orang ke orang.
• Salmonella : kebanyakan infeksi yang disebabkan oleh salmonella disebabkan oleh konsumsi produk hewani yang terkontaminasi. Bakteri ini biasanya menyebabkan diare cair, tetapi juga dapat menyebabkan disentri.
Bagaimana cara mencegah diare?
• Berikan ASI eksklusif sampai empat atau enam bulan dan teruskan menyusui sampai setidaknya setahun.
• Hindari pemberian susu botol
• Setelah usia 4-6 bulan, berikan makanan yang bergizi, bersih, dan aman untuk mulai menyapih.
• Gunakan makanan matang yang baru dimasak untuk memberi makan anak-anak
• Bersihkan wadah yang digunakan untuk mengumpulkan dan menyimpan air minum setiap hari.
• Jika anda tidak yakin tentang kualitas air minum, rebuslah selama 10 menit dan tutuplah serta simpanlah dalam wadah yang sama.
• Hindari kontak antara tangan dan air minum ketika menyajikannya.
• Cucilah tangan dengan sabundi bawah air yang mengalir sebelum memberimakan anak, memasak , setelah pergi ke WC atau membersihkan anak.
• Buanglah tinja yang dikeluarkan anak dalam WC sesegera mungkin.
• Segerahlah cuci baju yang terkena tinja anak dengan air hangat.
• Berikan imunisasi campak kepada anak pada usia Sembilan bulan karena resikodiare parah dan malanutrisi yang mengikutinya lebih tinggi setelah infeksi campak.
• Pastikan bahwa daerah dimana anak bermain atau merangkak tetap bersih. Cucilah mainan yang anak mainkan secara teratur.
Daftar pustaka
Dr. Savitri Ramaiah, PT Bhuana Ilmu Populer, 2007. Diare. Jl. Kebahagiaan No. 11A, Jakarta 11140
Tidak ada komentar:
Posting Komentar