Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan kurang atau sama dengan 37 minggu. Penyebab kelahiran bayi prematur ini adalah faktor kesehatan ibu, seperti ibu hamil yang mengalami hipertensi, malagizi atau penyakit kronis, diabetes mellitus. Selain itu juga karena kelainan kromosom. Faktor lainnya adalah ketika ibu hamil tidak melakukan pemeriksaan secara rutin, usia ketika hamil di atas 40 tahun, pernah mengalami keguguran, kebiasaan merokok (lebih dari 10 batang sehari) dan pecandu alcohol dan zat lainnya, serta stress.
1. Risiko gangguan
Jika lahir prematur, bayi berisiko mengalami berbagai gangguan, di antaranya sebagai berikut.
• Kelainan jantung.
Jenis kelainan jantung yang sering terjadi adalah adanya hubungan antara aorta dan pembuluh darah jantung yang menuju ke paru-paru (patent ductus arteriosus).
• Gangguan pernapasan
Fungsi paru-paru bayi prematur belum sempurna sehingga jumlah surfactant (cairan pelapis paru-paru) kurang dari normal. Hal ini menyebabkan pernapasan dan fungsi paru-paru tidak bekerja optimal.
• Perdarahan otak
Pada minggu pertama kelahiran, bayi prematur dapat mengalami perdarahan otak dan biasanya tumbuh menjadi anak yang relatif kurang cerdas.
• Kelainan usus
Usus bayi yang lahir secara premature belum sempurna atau belum matang sehingga kemampuannya dalam mengolah nutrisi juga tidak optimal.
Sering terjadi pula bahwa bayi prematur tidak mampu minum ASI sebagai mana mestinya. Ini terjadi karena refleks isapnya masih lemah. Bayi prematur perlu perawatan khusus untuk membantunya mengasup nutrisi dengan baik dan kesempatan berkembang hingga sempurna.
2. Harapan hidup
Bayi prematur dengan berat 500 gram sampai 700 gram memiliki angka kelangsungan hidup sekitar 43%. Bila bayi anda memiliki berat sekitar 1 kilogram maka ia memiliki angka kelangsungan hidup sekitar 72 %. Angka tidak bersifat tetap sehingga antara satu tempat dan tempat lainnya mungkin bervariasi.
Bayi prematur harus tinggal di rumah sakit dengan rata-rata lama tinggal berkisar 125 hari (untuk bayi dengan berat lahir antara 600 dan 700 gram), dan sekitar 76 hari untuk bayi dengan berat lahir sekitar 1 kilogram.
Ada banyak alasan mengapa bayi lahir prematur. Keterlambatan pertumbuhan (retardasi ) karena buruknya fungsi plasenta adalah peristiwa yang menjadikan bayi terancam kelaparan dalam rahim. Bayi ini lebih baik segera dilahirkan agar ia secepatnya mendapat penanganan nutrisi di luar kandungan.
Daftar pustaka
Ummu Nafisa, Citra Risalah, 2012 M. 9 Bulan 10 Hari Penuh Kejutan. Jl. Kelapa Hijau No. 22 Rt 006 Rw 03 Kel. Jagakarsa, Kec. Jagakarsa Jakarta Selatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar