- Sebagai alat nutritif untuk mendapatkan bahan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Penyaluran bahan nutrisi dari ibu ke janin dengan jalan : a. Difusi. Difusi dialami oleh air dan bahan yang larut dalam air, garam kalium, dan natrium. Semakin besar jenis bahan, semakin lambat terjadi difusi. b. Sistem enzimatik. Prinsipnya bahan tersebut dipecah dan selanjutnya disintesis ke bentuk aslinya di dalam vili korialis. Bahan yang mengalami proses enzimatik : - Protein dipecah menjadi asam amino - Lemak dipecah menjadi asam lemak - Hidrat arang dipecah menjadi glukosa - Glikogen dipecah menjadi fruktosa - Vitamin dipecah menjadi bentuk yang lebih kecil - Obat-obatan c. Pinositosis. Caranya seperti aktivitas ameba. Bahan tersebut adalah imunoglobulin G dan albumin.
- Sebagai alat pembuangan sisa metabolisme. Ginjal, hati, dan usus janin belum berfungsi dengan baik sebagai alat pembuangan. Sisa metabolisme akan dibuang melalui plasenta, yang dapat menghubungkan janin dengan dunia luar secara tidak langsung.
- Sebagai alat pernapasan dimana janin mengambil O2 dan membuang CO2. Dalam sirkulasi janin terdapat fetal hemoglobin (f) yang mempunyai afinitas tinggi terhadap O2 dan sebaliknya mudah melepaskan CO2 melalui sistem difusi dalam plasenta. Dengan adanya perbedaan afinitas tersebut, plasenta dapat menjalankan fungsinya sebagai alat pernapasan. Makin tua kehamilan semakin tinggi konsentrasi adult hemoglobin (A) Sebagai persiapan bernapas melalui paru-paru pada saat kehamilan.
- Menghasilkan hormon pertumbuhan dan persiapan pemberian ASI. Hormon yang dikeluarkan oleh plasenta adalah : korionik gonadotropin, karionik somatamamotrofin (plasenta laktogen), estrogen dan progesteron, eorionik tirotropin, relaksin.
- Sebagai alat penyalur antibodi ketubuh janin. Janin mempunyai kekebalan pasif sampai usia 4 bulan dan selanjutnya kekebalan tersebut berkurang. Antibodi yang dibentuk ibu melalui plasenta menyebabkan bayi kebal terhadap infeksi. Antibodi disalurkan melalui ASI sehingga kolostrum harus diberikan.
- Sebagai barier atau filter. Sel trofoblas cukup kuat untuk bertindak sebagai barier terhadap beberapa bakteria atau virus. Demikian juga obat yang dapat membahayakan pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, dihalangi masuk melalui plasenta. Beberapa obat yang berpengaruh pada janin perlu dihindari, seperti tetrasiklin (perubahan gigi, gangguan pertumbuhan tulang panjang), streptomisin (gangguan keseimbangan, gangguan pendengaran), preparat sulfa (gangguan metabolisme bilirubin, menimbulkan kernikterus), dan obat-obat narkosis ( memengaruhi jantung dan pernapasan).
Daftar Pustaka
dr. Ida Ayu Candranita Manuaba,SpOG, dr. Ida Bagus Gde Fajar Manuaba,SpOG, Prof. dr. Ida Bagus Gde Manuaba,SpOG (K), Buku Kedokteran EGC, 2005. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB Untuk Pendidikan Bidan Edisi 2. P.O.Box 4276/jakarta 10042
Tidak ada komentar:
Posting Komentar