Minggu, 10 Desember 2017

Fisiologi Pertumbuhan Janin

kehamilan brlangsung 40 minggu, dengan perhitungan bahwa satu bulan sama dengan 28 hari. Kehamilan dianggap lewat bulan bila lebih dari 42 minggu. Untuk memperhitungkan waktu kelahiran, dipakai rumus Naegle, yaitu hari pertama haid terakhir ditambah tujuh sedangkan bulannya ditambah sembilan. Perkiraan persalinan dapat diperhitungkan dengan mempergunakan ultrasonografi bila hari pertama haid terakhir diketahui.


  •  Pertumbuhan Dan Perkembangan Janin Dalam Rahim
Pada kehamilan berusia 20 minggu, indeks plasenta adalah 0,30 ; 28 minggu 0,25 ; 38 minggu 0,15. Jadi makin tua kehamilan makin rendah indeks plasenta, artinya plasenta makin kurang mampu memberikan nutrisi kepada janinnya. Keadaan bertambah gawat bila terjadi penyakit atau komplikasi hamil yang dapat menimbulkan infark, fibrosis, dan gangguan fungsi plasenta, sehingga dapat membahayakan sampai terjadi kematian janin intrauterin.

Komplikasi yang perlu mendapat perhatian adalah kehamilan dengan diabetes melitus, kehamilan dengan hipertnsi, kehamilan yang lewat waktu, komplikasi kehamilan, pre-eklamsia, kehamilan dengan infeksi virus, malaria, sifilis. Dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu hamil maka pengawasan hamil sangat penting dilaksanakan dengan teratur. Dengan melakukan pengawasan hamil, penyakit yang menyertai hamil dan penyulit hamil dapat ditentukan sehingga mendapat pengobatan yang adekuat.

  • Usia Kehamilan
  1. Menentukan usia kehamilan sangat penting untuk memperkirakan persalinan. Usia kehamilan dapat ditentukan dengan :Menggunakan rumus Naegle. Rumus Naegle menggunakan usia kehamilan yang berlangsung selama 288 hari. Perkiraan kehamilan dihitung dengan menntukan hari pertama haid terakhir yang kemudian ditambah 288 hari. Rumus Naegle dapat dihitung dengan menambah hari pertama haid terakhir dengan tujuh dan bulannya ditambah sembilan. Contoh : Hari pertama haid terakhir tanggal 15 januari 1993, maka perhitungan perkiraan kelahiran adalah 15 + 7 = 22; 1 + 9 = 10 sehingga dugaan persalinan adalah 22 oktober 1993.
  2.  Gerakan pertama janin. Dengan memperkirakan terjadinya gerakan pertama janin pada usia kehamilan 16 minggu, maka perkiraan usia kehamilan dapat ditetapkan. Perkiraan ini tidak akurat.
  3. Perkiraan tinggi fundus uteri. Mempergunakan tinggi fundus dan uteri untuk memperkirakan usia kehamilan terutama tepat pada hamil pertama. Pada kehamilan kedua dan seterusnya perkiraan ini kurang tepat.
  4. Penentuan usia kehamilan dengan ultrasonografi. Bila ragu-ragu, dapat berkonsultasi untuk menetapkan perkiraan persalinan. Dengan menentukan usia kehamilan melalui ultrasonografi, dapat diketahui : 
          - Diameter kantong gestasi
          - jarak kepala bokong       
          - jarak tulang biparietal
          - lingkaran perut
          - panjang tulang femur

Metode ini memerlukan pengetahuan teoretis dan keterampilan khusus. Dengan makin tingginya pengetahuan masyarakat yang mmungkinkan untuk mengetahui tanggal haid terakhirnya dapat diingat, maka perkiraan persalinan dapat diperhitungkan dengan rumus Naegle.

Janin (bayi) aterm mempunyai tanda cukup bulan yaitu lahir saat usia kehamilan 38 sampai 42 minggu dan memiliki berat badan sekitar 2.500 sampai 3.000 gram dan panjang badan sekitar 50 sampai 55 cm. pertumbuhan organ sempurna, rambut kepala tumbuh dengan baik, kulit licin dengan verniks kaseosa atau bersih, rambut lanugo tumbuh baik, testis sudah turun kedalam skrotum, pusat penulangan berkembang, labia mayora menutupi labia minora. Di dalam rahim, posisi janin sebagai berikut : kepala mengadakan fleksi di dada, tangan mendekap dada, kaki mengadakan fleksi dan mengarah perut bayi. Seperti diketahui bahwa 97% kedudukan bayi di dalam rahim adalah letak kepala, sehingga kepala sangat menentukan jalan persalinan. Bila kepala bayi dapat melalui jalan lahir, maka bagian badan dengan mudah dapat menyusul. Oleh karena itu, bagian-bagian kepala harus dipelajari dengan seksama. kepala janin terdiri dari bagian muka dan tengkorak.

  • Hubungan Antar-tulang Tengkorak
Hubungan tulang tengkorak janin belum rapat dapat dibatasi fontanel dan sutura yang belum keras sehingga pinggir tulang dapat menyisip antara satu dan lainnya saat persalinan tanpa membahayakan jaringan otak, yang disebut molase antara tulang tengkorak ditutup dngan jaringan ikat yang disebut sutura. 
  1. Sutura sagitalis (sela panah) : antara tulang parietalis 
  2. Sutura koronaria (sela mahkota) : antara tulang frontalis dan tulang parietalis
  3. sutura lambdoidea : antara tulang oksipitalis dan tulang parietalis
  4. Sutura frontalis ; antara kedua tulang frontalis

Di samping itu, terdapat pertemuan antara sutura yang membentuk ubun-ubun  (fontanel). Ubun-ubun besar (fontanela mayor) Bentuk segi empat layang yang merupakan pertemuan antara sutura sagitalis, dua sutura koronaria, dan sutura frontalis. Sudut lancipnya terletak disutura sagitalis. Sebagai petunjuk letak puncak kepala. Ubun-ubun kecil (frontanel minor), dibentuk oleh satu sutura sagitalis dan dua sutura lambdoidea, sebagai petunjuk letak belakang kepala. Sutura dan ubun-ubun akan tertutup pada usia bayi sekitar 1,5 sampai 2 tahun.

  • Ukuran Tulang Kepala Bayi Aterm
Menentukan ukuran kepala bayi ditetapkan dengan ukuran muka belakang dan melintang.
  1. Ukuran muka belakanga
a). Diameter suboksipito-bregmatika ( antara foramen magnum dan ubun-ubun besar ),  jaraknya 9,5 cm. Lingkaran ( Sirkumferensia ) suboksipitobregmatika dengan ukuran 32 cm melalui jalan lahir pada letak belakang kepala. 
b). Diameter suboksipito-frontalis ( Antara foramen magnum kepangkal hidung ), jaraknya 11 cm. Lingkaran suboksipito frontalis dengan kedudukan fleksi sedang, melalui jalan lahir pada letak belakang kepala.
c). Diameter fronto-oksipitalis (Antara titik pangkal hidung ke jarak terjauh pada belakang kepala), jaraknya 12 cm. Lingkaran oksipito frontalis dengan ukuran 34 cm melalui jalan lahir pada letak puncak kepala.
d). Diameter mento-oksipitalis ( Antara dagu dan titik terjauh belakang kepala ), jaraknya 13,5 cm. Lingkaran mento-oksipitalis sebesar 35 cm, melalui jalan lahir pada letak dahi.
e). Diameter submento-bregmatika ( antara os hioid dan ubun-ubun besar ), jaraknya 9,5 cm. Lingkaran submento-bregmatika, panjang 32 cm, melalui jalan lahir pada letak muka.


     2. Ukuran melintang.

a). Diameter biparietalis. Antara kedua tulang parietalis. Ukuran 9 cm. 
b). Diameter bitemporalis. Antara kedua tulang temporalis. Ukuran 8 cm.

  • Persendian Tulang Leher
Pada persalinan letak kepala, persendian tulang leher berperan penting karena bentuk kepala oval (telur) sehingga setelah bagian besar lahir maka bagian kepala lainnya mudah melalui jalan lahir. Selain itu, persendian leher yang berbentuk kogel ( bola logam pereduksi friksi ) - memungkinkan leher dapat diputar ke segala arah untuk melakukan putar paksi dalam ; dan letak persendian leher agak kebelakang di tulang oksipitalis - memberikan kemungkinan fleksi kepala ke arah dada.

Dengan demikian, kepala bayi dalam proses persalinan dapat menyesuaikan diri pada jalan lahir yang berbentuk corong melengkung ke depan yang disebut putar paksi dalam.
  • Pembentukan Darah Janin
Pembentukan darah janin memerlukan persediaan Fe dalam hati, limpa, dan sumsum tulang ibu. Pada permulaan, sel darah janin dibentuk oleh kantung yolk sac dalam bentuk megaloblas. Selanjutnya, darah janin dibentuk oleh hati dan sumsum tulang dalam bentuk megalosit dan makrosit. Normosit dibuat setelah aktivitas sumsum tulang sempurna.

Fetal hemoglobin ( f ) mempunyai kemampuan untuk mengikat oksigen dalam konsentrasi tertentu dari darah ibu dan dengan mudah dapat melepaskan karbondioksida ke darah ibu. Menjelang persalinan, janin membuat adult hemoglobin (A) sebagai persiapan kelahiran sehingga dapat mengisap oksigen dengan pernapasan yang telah aktif.

  • Pernapasan Janin
Barcroft memantau gerakan dinding dada, sebagai bentuk gerakan pernapasan intrauterin, tetapi air ketuban tidak masuk kedalam paru-paru. Gerakan pernapasan di kendalikan oleh saturasi oksigen dan bukan oleh karbondioksida. Bila saturasi oksigen melebihi 50%  maka akan terjadi penghentian gerakan pernapasan. Bila saturasi oksigen menurun maka saturasi karbondioksida akan berfungsi untuk mengendalikan gerak pernapasan.

Pada persalinan, paru-paru berkembang dengan sendirinya karena rangsangan mekanis saat membersihkan jalan napas dan juga terdapat lesitin dan spingomielin yang memberikan peluang berkembangnya paru-paru.

  • Peredaran Darah Janin
Sistem predaran darah janin berbeda dengan sistem peredaran darah orang dewasa karena paru-paru janin belum berkembang sehingga oksigen diambil melalui perantara plasenta. Oleh karena itu, sistem peredaran darah janin ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut : foramen ovale diantara kedua atrium, duktus arteriosus Bothalli di antara arteri pulmonalis dan aorta, duktus venosus arantii di dalam hati menuju vena kava inferior, dan pada umbilikus terdapat satu vena umbilikalis dan dua arteri umbilikalis`

Peredaran darah janin berlangsung selama kehidupan intrauterin, dimana plasenta memegang peranan yang sangat penting. Kegagalan fungsi plasenta dapat menimbulkan berbagai penyulit dalam pertumbuhan dan perkembagan janin. Bagaimana perubahan peredaran darah janin setelah kelahiran ? Faktor penting yang mengubah peredaran darah janin menuju peredaran darah dewasa ditentukan oleh :

a). Berkembangnya paru-paru janin. Berkembangnya paru menyebabkan tekanan negatif dalam paru sehingga dapat menampung darah, untuk melakukan pertukaran karbondioksida  dan oksigen dari udara. Dengan demikian duktus arteriosus bothalli tidak berfungsi dan akan mengalami obliterasi. Tekanan didalam atrium kiri makin meningkat, sehingga dapat menutup foramen ovale. Tekanan yang tinggi pada atrium kiri disebabkan darah yang mengalir ke atrium kanan, kini langsung menuju paru-paru dan selanjutnya dialirkan ke atrium kiri melalui vena pulmonalis. Dua faktor ini menyebabkan tekanan di atrium kiri meningkat.
b).  Terputusnya hubungan peredaran darah antara ibu dan janin dengan dipotongnya tali pusat. Pemotongan tali pusat sebaiknya dilakukan setelah bayi menangis dengan nyaring atau tali pusat berhenti berdenyut karena dapat menambah darah dari plasenta50 ml sampai 75 ml yang sangat berarti bagi pertumbuhan bayi.
c). Pembentukan adult hemoglobin (tipe A) sehingga siap melakukan pertukaran karbondioksida dan oksigen melalui paru-paru. menjelang persalinan adult hemoglobin (A) diproduksi sehingga setelah lahir langsung dapat menangkap oksigen dan melepaskan karbondioksida melalui pernapasan.

  • Pencernaan Makanan
Pencernaan makanan mulai tumbuh pada minggu ke-16. Secara rutin janin minum air ketuban sebanyak 450 ml dalam 24 jam. Hati yang berfungsi membentuk darah, melakukan metabolisme hemoglobin dan bilirubin dan mengubahnya menjadi biliverdin. Biliverdin disalurkan ke usus sebagai bahan sisa metabolisme. Bila terjadi asfiksia berat menyebabkan rangsangan nervus vagus, peristaltik usus meningkat, dan terbukanya sfingter  ani, sehingga mekonium dikeluarkan. Biliverdin memberikan warna kehijauan pada air ketuban bila terjadi asfiksia intrauterin.


Daftar Pustaka

dr. Ida Ayu Chandranita Manuaba, SpOG. dr. Ida Bagus Gde Fajar Manuaba, SpOG. prof. dr. Ida Bagus Gde Manuaba SpOG (K). Buku Kedokteran EGC, 2005. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB Untuk Pendidikan Bidan Edisi 2. P.O Box 4276/jakarta 10042

Tidak ada komentar:

Posting Komentar