- Pertumbuhan Dan Perkembangan Janin Dalam Rahim
Komplikasi yang perlu mendapat perhatian adalah kehamilan dengan diabetes melitus, kehamilan dengan hipertnsi, kehamilan yang lewat waktu, komplikasi kehamilan, pre-eklamsia, kehamilan dengan infeksi virus, malaria, sifilis. Dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu hamil maka pengawasan hamil sangat penting dilaksanakan dengan teratur. Dengan melakukan pengawasan hamil, penyakit yang menyertai hamil dan penyulit hamil dapat ditentukan sehingga mendapat pengobatan yang adekuat.
- Usia Kehamilan
- Menentukan usia kehamilan sangat penting untuk memperkirakan persalinan. Usia kehamilan dapat ditentukan dengan :Menggunakan rumus Naegle. Rumus Naegle menggunakan usia kehamilan yang berlangsung selama 288 hari. Perkiraan kehamilan dihitung dengan menntukan hari pertama haid terakhir yang kemudian ditambah 288 hari. Rumus Naegle dapat dihitung dengan menambah hari pertama haid terakhir dengan tujuh dan bulannya ditambah sembilan. Contoh : Hari pertama haid terakhir tanggal 15 januari 1993, maka perhitungan perkiraan kelahiran adalah 15 + 7 = 22; 1 + 9 = 10 sehingga dugaan persalinan adalah 22 oktober 1993.
- Gerakan pertama janin. Dengan memperkirakan terjadinya gerakan pertama janin pada usia kehamilan 16 minggu, maka perkiraan usia kehamilan dapat ditetapkan. Perkiraan ini tidak akurat.
- Perkiraan tinggi fundus uteri. Mempergunakan tinggi fundus dan uteri untuk memperkirakan usia kehamilan terutama tepat pada hamil pertama. Pada kehamilan kedua dan seterusnya perkiraan ini kurang tepat.
- Penentuan usia kehamilan dengan ultrasonografi. Bila ragu-ragu, dapat berkonsultasi untuk menetapkan perkiraan persalinan. Dengan menentukan usia kehamilan melalui ultrasonografi, dapat diketahui :
- jarak kepala bokong
- jarak tulang biparietal
- lingkaran perut
- panjang tulang femur
Metode ini memerlukan pengetahuan teoretis dan keterampilan khusus. Dengan makin tingginya pengetahuan masyarakat yang mmungkinkan untuk mengetahui tanggal haid terakhirnya dapat diingat, maka perkiraan persalinan dapat diperhitungkan dengan rumus Naegle.
Janin (bayi) aterm mempunyai tanda cukup bulan yaitu lahir saat usia kehamilan 38 sampai 42 minggu dan memiliki berat badan sekitar 2.500 sampai 3.000 gram dan panjang badan sekitar 50 sampai 55 cm. pertumbuhan organ sempurna, rambut kepala tumbuh dengan baik, kulit licin dengan verniks kaseosa atau bersih, rambut lanugo tumbuh baik, testis sudah turun kedalam skrotum, pusat penulangan berkembang, labia mayora menutupi labia minora. Di dalam rahim, posisi janin sebagai berikut : kepala mengadakan fleksi di dada, tangan mendekap dada, kaki mengadakan fleksi dan mengarah perut bayi. Seperti diketahui bahwa 97% kedudukan bayi di dalam rahim adalah letak kepala, sehingga kepala sangat menentukan jalan persalinan. Bila kepala bayi dapat melalui jalan lahir, maka bagian badan dengan mudah dapat menyusul. Oleh karena itu, bagian-bagian kepala harus dipelajari dengan seksama. kepala janin terdiri dari bagian muka dan tengkorak.
- Hubungan Antar-tulang Tengkorak
Hubungan tulang tengkorak janin belum rapat dapat dibatasi fontanel dan sutura yang belum keras sehingga pinggir tulang dapat menyisip antara satu dan lainnya saat persalinan tanpa membahayakan jaringan otak, yang disebut molase antara tulang tengkorak ditutup dngan jaringan ikat yang disebut sutura.
- Sutura sagitalis (sela panah) : antara tulang parietalis
- Sutura koronaria (sela mahkota) : antara tulang frontalis dan tulang parietalis
- sutura lambdoidea : antara tulang oksipitalis dan tulang parietalis
- Sutura frontalis ; antara kedua tulang frontalis
- Ukuran Tulang Kepala Bayi Aterm
- Ukuran muka belakang
a.
b). Diameter suboksipito-frontalis ( Antara foramen magnum kepangkal hidung ), jaraknya 11 cm. Lingkaran suboksipito frontalis dengan kedudukan fleksi sedang, melalui jalan lahir pada letak belakang kepala.
c). Diameter fronto-oksipitalis (Antara titik pangkal hidung ke jarak terjauh pada belakang kepala), jaraknya 12 cm. Lingkaran oksipito frontalis dengan ukuran 34 cm melalui jalan lahir pada letak puncak kepala.
d). Diameter mento-oksipitalis ( Antara dagu dan titik terjauh belakang kepala ), jaraknya 13,5 cm. Lingkaran mento-oksipitalis sebesar 35 cm, melalui jalan lahir pada letak dahi.
e). Diameter submento-bregmatika ( antara os hioid dan ubun-ubun besar ), jaraknya 9,5 cm. Lingkaran submento-bregmatika, panjang 32 cm, melalui jalan lahir pada letak muka.
2. Ukuran melintang.
a). Diameter biparietalis. Antara kedua tulang parietalis. Ukuran 9 cm.
b). Diameter bitemporalis. Antara kedua tulang temporalis. Ukuran 8 cm.
- Persendian Tulang Leher
Dengan demikian, kepala bayi dalam proses persalinan dapat menyesuaikan diri pada jalan lahir yang berbentuk corong melengkung ke depan yang disebut putar paksi dalam.
- Pembentukan Darah Janin
Fetal hemoglobin ( f ) mempunyai kemampuan untuk mengikat oksigen dalam konsentrasi tertentu dari darah ibu dan dengan mudah dapat melepaskan karbondioksida ke darah ibu. Menjelang persalinan, janin membuat adult hemoglobin (A) sebagai persiapan kelahiran sehingga dapat mengisap oksigen dengan pernapasan yang telah aktif.
- Pernapasan Janin
Pada persalinan, paru-paru berkembang dengan sendirinya karena rangsangan mekanis saat membersihkan jalan napas dan juga terdapat lesitin dan spingomielin yang memberikan peluang berkembangnya paru-paru.
- Peredaran Darah Janin
Peredaran darah janin berlangsung selama kehidupan intrauterin, dimana plasenta memegang peranan yang sangat penting. Kegagalan fungsi plasenta dapat menimbulkan berbagai penyulit dalam pertumbuhan dan perkembagan janin. Bagaimana perubahan peredaran darah janin setelah kelahiran ? Faktor penting yang mengubah peredaran darah janin menuju peredaran darah dewasa ditentukan oleh :
a). Berkembangnya paru-paru janin. Berkembangnya paru menyebabkan tekanan negatif dalam paru sehingga dapat menampung darah, untuk melakukan pertukaran karbondioksida dan oksigen dari udara. Dengan demikian duktus arteriosus bothalli tidak berfungsi dan akan mengalami obliterasi. Tekanan didalam atrium kiri makin meningkat, sehingga dapat menutup foramen ovale. Tekanan yang tinggi pada atrium kiri disebabkan darah yang mengalir ke atrium kanan, kini langsung menuju paru-paru dan selanjutnya dialirkan ke atrium kiri melalui vena pulmonalis. Dua faktor ini menyebabkan tekanan di atrium kiri meningkat.
b). Terputusnya hubungan peredaran darah antara ibu dan janin dengan dipotongnya tali pusat. Pemotongan tali pusat sebaiknya dilakukan setelah bayi menangis dengan nyaring atau tali pusat berhenti berdenyut karena dapat menambah darah dari plasenta50 ml sampai 75 ml yang sangat berarti bagi pertumbuhan bayi.
c). Pembentukan adult hemoglobin (tipe A) sehingga siap melakukan pertukaran karbondioksida dan oksigen melalui paru-paru. menjelang persalinan adult hemoglobin (A) diproduksi sehingga setelah lahir langsung dapat menangkap oksigen dan melepaskan karbondioksida melalui pernapasan.
- Pencernaan Makanan
Daftar Pustaka
dr. Ida Ayu Chandranita Manuaba, SpOG. dr. Ida Bagus Gde Fajar Manuaba, SpOG. prof. dr. Ida Bagus Gde Manuaba SpOG (K). Buku Kedokteran EGC, 2005. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB Untuk Pendidikan Bidan Edisi 2. P.O Box 4276/jakarta 10042
Tidak ada komentar:
Posting Komentar