Jumat, 07 Juli 2017

Tanda Orang Berbohong Berdasarkan Ekspresi Wajah

Ada 4 cara agar kita bisa mengetahui seseorang itu sedang berbohong. Adapun hal yang bisa kita lihat dan nilai adalah sebagai berikut :

  • Menutup mulut dan berbatuk
       Menutup mulut merupakan gerakan yang paling sering dilakukan anak-anak ketika berbohong. Demikian pula orang dewasa pun sering melakukan hal yang sama, walau sekedar menaruh tangan di mulut atau sekitarnya. Dan, selain menutup mulut, banyak juga orang yang berusaha menyamarkan kebohongannya dengan pura-pura batuk. Padahal tenggorokannya sama sekali tidak bermasalah. Keinginan untuk menutup mulut merupakan gerak refleks yang terjadi dengan sendirinya. saat itu, tanpa disadari, otak menyuruh agar menghentikan kata-kata bohong yang diucspksn. atau, tangan mendapat perintah secara alamiah untuk menutupi mimik spontan pada mulut saat berkata bohong. Charles darwin juga pernah menuliskan bahwa isyarat keheranan dan menyembunyikan sesuatu, tergambar dengan meletakkan tangan di mulut. Sikap ini seperti hendak menghentikan kata-kata yang baru saja keluar. Sama halnya dengan orang yang tertawa terlalu keras. Ketika merasa telah melakukan tindakan yang berlebihaan, dan itu bukan sesuatu yang baik, secara tidak sadar dia akan menutup mulutnya, seperti hendak menghentikan tawa yang terlalu keras misalnya. Akan tetapi, apabila anda mendapati orang menutup mulutnya sewaktu anda berbicara, berarti dia merasa andalah yang sedang berbohong kepadanya. Hal itu terjadi karena dia merasa cemas dan heran mengapa anda berbohong. Secara tidak sadar, dia menutup mulutnya sendiri. Biasanya, gerak ini juga di kombinasikan dengan gerak tangan ke bagian wajah lainnya. Untuk melatih dan mengetahui gerak isyarat ini, ada baiknya anda berdiri di tempat umum dan memperhatikan dua orang atau lebih yang sedang berbincang-bincang. Jika komunikasi itu berjalan dengan mulus, dalam arti tidak ada yang berbohong, kemungkinannya anda tidak akan menemukan gerak isyarat tersebut. Akan tetapi, jika pembicaraan itu dipenuhi dengan kebohongan, dengan mudah anda akan menemukannya.
  •  Menyentuh hidung
           Gerakan ini relatif lebih halus dibandingkan dengan tindakan menutup mulut. Orang yang sedang berbohong, dengan sendirinya akan melakukan gerakan mengusap bagian bawah hidung, baik secara lambat maupun cepat.  Jika gerakan ini dilakukan dengan cepat, kemungkinan anda akan kesulitan dalam melihatnya.
            Biasanya, gerakannya hanya ringan dan lembut di bagian bawah hidung, Bukan menggosoknya dengan keras atau menggaruk hidung. Akan tetapi, anda harus hati-hati dengan gerakan isyarat ini, karena bisa saja hidung lawan bicara anda memang sedang gatal.
           Penjelasan tentang gerakan ini adalah sebagai berikut. Sewaktu pikiran negatif (berbohong) memasuki alam bawah sadar, otak serta merta akan menyuruh tangan untuk menutupi mulut. Hal ini merupakan respons dari mulut yang baru saja mengucapkan kata-kata yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. akan tetapi, di saat terakhir tangan menuju mulut agar usahanya tidak terlalu jelas terlihat menutupi mulut tangan segera ditarikmenjauhi wajah. Hasilnya, adalah sentuhan cepat dihidung. Biasanya gerakan ini terjadi secara begitu saja, sehingga orang yang berbohong bisa terkecoh kalau sebenarnyagerakan ini justru menunjukkan kebohongannya sendiri.
            Teori lainnya menunjukkan, bahwa saat berbohong, ujung sarat halus dalam hidung terasa gatal. Untuk menghilangkannya orang akan mengusapnya, tetapi dengan usapan halus dan lembut.
  • Memalingkan pandangan, menggosok mata, sejumlah kedipan  
Coba perhatikan apakah gerakan ini anda lakukan ketika berbohong ?

1. Mengedipkan mata
           Saat berbohong mata akan selalu berusaha melihat ke arah lain. Entah itu keatas, ke bawah, ke samping, yang jelas bukan ke arah lawan bicara. Bahkan, yang sering terjadi adalah mata menerawang entah kemana, sementara itu mulut, berbicara terus, tentunya berbicara bohong.
           Biasanya, memalingkan pandangan juga diikuti dengan gerak isyarat menggosok mata seolah-olah sedang gatal, padahal tidak. atau, bisa juga pandangan tetap tertuju kepada  lawan bicara, tetapi mata sering terasa gatal, tidak benar-benar gatal tentunya. Biasanya pria menggosok matanya lebih keras daripada wanita. Hal ini mungkin lantaran wanita takut make-up matanya rusak.
           Gerakan menggosok mata tidak harus selalu dilakukan dibagian mata, tetapi bisa juga di sekitar mata, seperti di bawah mata atau sekitar alis.
           Cara lain untuk mendeteksi kebohongan adalah juga dengan memerhatikan adanya peningkatan jumlah kedipan mata. Orang yang berbohong menjadi gugup sehingga saraf matanya bekerja lebih cepat daripada biasanya. Oleh karena itu, dalam serial tv terkenal jaman dulu, MacGyver selalu menebak apakah kawannya berbicara bohong atau tidak dengan menghitung jumlah kedipan matanya.

2.  Memalingkan wajah
            Memalingkan wajah berhubungan dengan gerakan isyarat menggosok mata. memalingkan wajah bisa dilakukan sebelum atau sesudah menggosok mata. Orang yang tidak memandang lawannya ketika sedang berbicara atau mendengarkan, sebenarnya sedang mencoba untuk menyembunyikan sesuatu.
            MichaelArgyle, dalam bukunya Psychology of Inter Personal Behavior, mengatakan bahwa frekuensi orang saling pandang memakan waktu sekitar 30%-60% di dalam pembicaraan. Dalam hal ini, orang juga cenderung membutuhkan kontak mata lebih banyak di saat mendengarkan dibandingkan dengan ketika berbicara. artinya seseorang akan lebih banyak melihat lawan bicaranya itu berkata-kata.
            Dalam gerak isyarat ini ada beberapa pengecualian, bergantung budaya. Di saat berbicra, beberapa orang bahkan tidak berani menatap lawan bicaranya atau seminimal mungkin menghindari kontak mata. Orang-orang yang pemalu atau tidak percaya diri, biasanya melakukan hal ini bukan karena sedang berbohong. Sementara itu, dalam budaya jawa, misalnya, orang yang lebih muda usianya, jika berbicara dengan orang yang lebih tua, dianggap lebih sopan bila tidak terlalu sering menatap wajah orang yang lebih tua. untuk itu, berhati-hatilah terhadap pengecualian - pengecualian semacam ini.

3. Menggaruk Leher
             Menurut penelitian Dr. Morri, gerak isyarat menggaruk leher biasanya dilakukan dengan jari telunjuk. Hal ini menunjukkan keraguan atau ketidakpastian dari perkataan yang baru saja diucapkan oleh seseorang. 
              gerakan isyarat ini bisa dilakukan di sisi kanan ataupun kiri leher, baik dengan menggunakan tangan kiri maupun tangan kanan. Namun, tidak ada penjelasan bahwasannya menggaruk leher bagian belakang ataupun depan juga merupakan isyarat kebohongan. Walau demikian, apabila kita menemukan gerak isyarat lain yang mengikutinya ( menutupi mulut, menggosok hidung, dan lain-lain) ada kemungkinan menggaruk leher bagian depan atau belakang juga merupakan isyarat kebohongan. Sebenarnya, gerakan ini merupakan satu kesatuan dengan gerakan menutupi mulut atau menggosok hidung. Gerakan ini merupakan respons saraf-saraf di sekitar leher yang pada saat berbohong akan terasa gatal.

4. Perubahan Nada Suara
             Walaupun bukan sebetulnya bukanlah bagian dari bahasa tubuh, hal ini cukup layak menjadi rujukan pelajaran dalam memahami karakter lawan bicara. Coba kita amati orang yang sedang diwawancarai oleh seorang presenter tv atau radio. Terkadang perkataannya tidak mengeluarkan intonasi yang jelas sehingga harus diulang-ulang kembali. Perkataan yang tidak jelas itu disebabkan oleh volume suara yang mengecil atau artikulasi suara yang tidak jelas. Jika hal ini terjadi, kemungkinan besar perkataannya tidak benar. 
             Walaupun orang tersebut sudah berusaha berbicara seperti biasa, suara yang keluar berbeda dengan harapannya. Hal ini tidak bisa dihindari dan terjadi secara tiba-tiba karena alam bawah sadar mengendalikan nada-nada ucapan setiap manusia. 
             Perubahan suara juga bisa terjadi ketika seseorang gugup sehingga suara yang keluar menjadi tidak lancar. kegugupan ini jug bisa menjadi tanda kalau orang sedang bebohong. 
           Pada november 2001, Dr. Gabriel menulis sebuah artikel di situs picture@photo-analysis.com. Artikel tersebut mendukung sinyal-sinyal bahasa tubuh yang sudah di uraikan sebelumnya. Menurutnya, orang yang sedang berbohong memiliki tiga perbedaan kondisi psikologis, yaitu : 

a. Takut Atau Cemas  
    - tarikan nafasnya dalam
    - badan dan telapak tangannya berkeringat
    - bibir menjadi kering lantaran sering menelan ludah dan harus dibasahi dengan lidahnya
    - berdeham atau batuk-batuk kecil
    - raut mukanya beransur-ansur pucat
    - lebih sering memainkan tangannya
    - sering melirik tajam atau memicingkan mata
    - gerak badannya menjadi kaku

b. Kekuatan Untuk Menutupi kebohongan
    - berusaha ekspresi wajahnyaagar emosi tidak keluar
    - senyumnya cepat atau tidak jelas
    - menutupi mulut
    - menyentuh hidung
    - mengusap bagian wajahnya
    - menghindari kontak mata

c. Internal Konflik 
   - sering berkedip
   - menaikan alis tapi hanya satu sisi
   - bahu gemetar
   - hidung terasa gatal
   - nada suara berubah
   - tangan gemetar
   - wajah menjadi gugup

              Akan tetapi, menurut Argyle, ada sejumlah orang didunia ini saat berbohong justru memperlihatkan tanda-tanda ketulusan.mereka menatap mata orang dengan tulus dan tidak menunjukkan gerak isyarat berbohong, sehingga orang yang sudah mempelajari bahasa tubuhpun akan terkeco. Argyle menyebutnya sebagai orang-orang  " Machiavelli ". 
           Jika anda memperhatikan sepasang kekasih sedang berbicara, banyak sekali kebohongan yang dipertontonkan oleh mereka. Masa-masa yang mereka alami merupakan situasi yang rawan untuk berbohong, yakni ketika masing-masing ingin menunjukkan kelebihan dan menutupi kekurangannya.
     




Daftar Pustaka
Bayu w. ayogya, buku Pintar 2013. 2 Menit Membaca Pikiran Orang. Jl. Imogiri Barat Randubelang rt 5 no 162 Bangunharjo Sewon Bantul Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar