Sabtu, 17 Maret 2018

Tumor Jinak Yang Memengaruhi Kehamilan

Kista Ovarii Pada Kehamilan
Kehamilan dengan kista ovarium jarang dijumpai. Pada kehamilan yang disertai kistoma ovarii seolah-olah terjadi perebutan ruangan, ketika kehamilan makin membesar. Oleh karena itu, kehamilan dengan kista memerlukan operasi untuk mengangkat kista tersebut pada usia  kehamilan 16 minggu.

Bahaya melangsungkan kehamilan bersamaan dengan kista ovarii ada lah dapat terjadi gangguan pertumbuhan janin yang akhirnya mengakibatkan abortus, kematian dalam rahim. Pada kedudukan kista di pelvis minor, persalinan dapat terganggu dan memerlukan penyelesaian dengan jalan operasi seksio sesaria. pada kedudukan kista ovarii di daerah funfus uteri, persalinan dapat berlangsung normal tetapi bahaya postpartum mungkin terjadi torsi kista, infeksi sampai abses. Oleh karena itu, segera setelah persalinan normal bila diketahui terdapat kista ovarii laparotomi dilakukan untuk mengangkat kista tersesbut.

Mioma Uteri Pada Kehamilan
Kehamilan dapat terjadi bersamaan dengan mioma uteri bila mioma tidak mengganggu perjalanan spermatozoa atau ovum khususnya hasil konsepsi setelah melalui tuba pars interstisial yang berada di otot uterus. Gangguan dalam perjalanan implantasi dapat berupa implan yang tersangkut pada pars interstisialnya atau pada tuba isthmus sehingga menimbulkan kehamilan ektopik.

Kehamilan bersama dengan mioma uteri hanya mungkin terjadi bila miomanya dalam situasi mioma uteri intramural, mioma uteri subserosa, mioma uteri yang bertangkai sehingga ketika bentuk mioma uteri ini tidak mengganggu implantasi hasil konsepsi. Letak mioma uteri yang dapat mengganggu terjadinya kehamilan adalah bila letaknya intramural sehingga menutupi lumen tuba sehingga tuba tidak berfungsi sama sekali, atau letak submukosa yang dapat mengganggu implantasi hasil konsepsi.

Dalam faktanya jarang terjadi mioma uteri bersamaan dengan kehamilan sehingga tidak memerlukan tindakan mendadak. Sebagian besar mioma uteri mengalami infertilitas. Pada kasus mioma uteri yang bertangkai dapat menimbulkan obstruksi saat persalinan berlangsung, karena berada di sekitar serviks. Di samping itu, mioma serviks menghalangi persalinan sehingga diperlukan seksio sesaria.

Daftar Pustaka
dr. Ida Ayu Chandranita Manuaba, SpOG. dr. Ida Bagus Gde Fajar Manuaba, SpOG. Prof. Ida Bagus Gde Manuaba, SpOG (K). Buku Kedokteran EGC, 2005, Ilmu Kebidanan, Penyakit kandungan Dan KB Untuk Pendidikan  Bidan Edisi 2. P.O.Box 4276/Jakarta 10042

Tidak ada komentar:

Posting Komentar